Assalamualaikum guys ^^
4 Januari 2020, malam minggu pertama di tahun 2020. Dan
selayaknya malam minggu pada umumnya, it’s a holiday !! But, specially for this
time.. saya yang biasanya menghabiskan malam minggu berkumpul dengan bantal
guling serta kawan-kawan lainnya, kali ini… I’m not alone for spending my Saturday
night. Hahaha.
Dengan keinginan kuat yang mengharapkan lepas dari rutinitas
sehari-hari serta menghabiskan liburan akhir tahun yang lumayan lama. Dan setelah
penyesuaian jadwal antara kami berdua yang lumayan riweuh, finally.. we are
goin’ to Bromo. We? Yap.. me and mas pacar hohoho.
![]() |
| Terima kasih untuk flash di belakang |
Sesampainya di Penanjakan 1,
setelah kami melewati perjalanan yang lumayan panjang dari Surabaya – Probolinggo
dan oper Jeep melewati Lautan Pasir untuk sampai di Penanjakan 1 untuk melihat
sunrise. Ini waktunya menunggu matahari terbit di tengah kegelapan dengan suhu
12° yang lumayan menusuk tulang.
Dan ternyata, seperti apa yang sudah diperkirakan. We don’t
get sunrise.
Karena memang saat itu musim hujan, kabut menutupi matahari
yang akan keluar dari singgasananya, bahkan jajaran gunung-gunung cantik yang
akan nampak setelah matahari terbit pun tidak terlihat sama sekali. Tapi kami
tetap beruntung, karena tidak ada hujan turun selama penantian di Penanjakan 1
yang hanya beratapkan langit.
Akhirnya saat waktu telah menunjukkan pukul 06.30 kami
memutuskan untuk turun dan kembali ke Jeep untuk melanjutkan perjalanan. Sesampainya
di Lautan Pasir ada pemandangan yang benar-benar indah, hingga kami memutuskan
untuk menghentikan Jeep sejenak. Pelangi.
We don’t get Sunrise, but we get a
rainbow. This is a rare moment at Bromo Mountain.
![]() |
| edisi dibuang sayang (1) |
![]() |
| edisi dibuang sayang (2) |
Setelah berfoto, kami melanjutkan perjalanan lagi. Dan… perjuangan
masih belum selesai, keberangkatan kami dari parkiran Jeep menuju Kawah Bromo
di iringi hujan deras. Dengan kostum Power Rangers yang mendukung dan tekad
yang kuat. Hujan pun kami terjang, tangga yang licin pun kami lawan, dinginnya
suhu pun kami hiraukan :D berikut foto Power Rangers Orange dan Merah bersatu.
![]() |
Ternyata perjalanan menuju Kawah Bromo saat musim hujan
tidak seberat jika dilakukan saat musim kemarau. Tidak ada debu dan pasir
kering yang cukup membuat sesak. Satu lagi hikmah yang didapat dari perjalanan
ini, syukurlah. Setelah sekitar 45 menit perjalanan, sampailah kami.. sang
Power Rangers di Kawah Bromo yang indah.
![]() |
| kawah bromo tidak mengeluarkan bau belerang saat musim hujan |
Dengan di iringi rintik-rintik hujan yang sendu, kembalilah
kami ke Parkiran Jeep untuk melanjutkan perjalanan ke lokasi terakhir di Wisata
Bromo ini. Bukit Teletubbies.
![]() |
| sudah bukan power rangers |
Dan yaaa, kabut kembali menemani di siang hari
yang dingin. Selayaknya kabut yang berperan sebagai selimut, Bukit Teletubbies
pun diselimuti oleh kabut.
![]() |
| Bukit Teletubbies |
Perjalanan kali ini memang cukup mengubah-ubah mood, namun
tetap berkesan dengan keindahan yang selalu ditampilkan. Bromo memang tidak
pernah membuat bosan, pengalamannya pun sulit untuk dilupakan. Terima kasih
untuk liburannya yang amat menyenangkan.










Komentar
Posting Komentar