![]() |
| 22/02/2019 Makam Rangkah Surabaya |
Assalamualaikum Wr. Wb.
Mengawali untuk tulisan saya kali
ini, saya ingin berbagi pikiran sekaligus pengalaman pribadi yang baru-baru ini
saya alami, dan menyenangkan saat dilakukan.
Pernah ga sih kalian berpikiran
seperti ini..
"Gimana sih orang baik
itu?"
"Apa sih spesifikasinya untuk
jadi orang baik?"
"Kriteria orang baik itu yang seperti apa?" dll.
"Kriteria orang baik itu yang seperti apa?" dll.
Jujur saya pribadi terkadang ada
pikiran seperti itu. Dan sering juga tidak mendapatkan jawabannya.
Dulu, menurut saya orang baik itu
orang yang asalkan dia punya teman.. yang asalkan dia punya keluarga.. yang
asalkan dia ga sendirian.. yang ini dan yang itu.
Terus spesifikasi untuk jadi orang
baik itu orangnya harus yang supel, loyal, ramah, say hai kanan kiri dan
lainnya.
Dan kriteria orang baik itu adalah
orang yang mudah diajak nongkrong bareng, mudah diajak ngobrol bareng dan
lainnya..
Tapi ternyata, pikiran saya selama
ini SALAH BESAR.
Baik itu, saat kita bisa bikin orang
lain bahagia.
Baik itu, saat kita bisa bikin orang
lain lebih ringan bebannya.
Baik itu, saat kita bisa ada dan bantu waktu orang lain butuh bantuan.
Baik itu, saat kita bisa ada dan bantu waktu orang lain butuh bantuan.
Jawaban ini saya dapat waktu
iseng-iseng untuk join dengan Komunitas Peduli Anak Jalanan di Surabaya. Dari
yang awalnya hanya liat-liat foto instagram komunitas Save Street Child
Surabaya, sampai akhirnya nekat berangkat untuk ikutan acara mereka.
Kebetulan acara waktu itu namanya
Jumat Sehat dan berlokasi di Makam Rangkah Surabaya. Acara Jumat Sehat ini
adalah kegiatan dimana kita bagi-bagi sekotak Susu dan Snack Gratis buat
adek-adek yang ada disana. Tapi yang membuat saya berkesan sekali adalah betapa
excitingnya adek-adek yang ada disana waktu lihat kakak-kakak dari komunitas
baru datang.
Ada satu anak yang teriak
"kakak-kakaknya dateng !!!!"
dan langsung direspon oleh adek-adek
yang lain
"ayo rek !!! kakak-kakaknya dateng !!!"
"Ayo ndang kumpul !!!" dll.
"ayo rek !!! kakak-kakaknya dateng !!!"
"Ayo ndang kumpul !!!" dll.
Seketika itu saya yang masih nyetir
motor langsung ga bisa ngomong apa-apa dan langsung mikir.
"sebegini senangnya
mereka?"
"sebegini nungguinnya
mereka?"
"kan kita cuma bawain susu sama
snack, kenapa reaksinya heboh banget?"
Setelah akhirnya adek-adek sudah
kumpul, kita langsung bagikan Susu dan Snacknya untuk mereka tapi dengan syarat
mereka harus bisa jawab pertanyaan yang diberikan, kalau mau dapat Snack lebih.
Di posisi saya saat itu, yang merasa
hati ini udah lembut sekali karena lihat reaksi mereka di awal tadi, adek-adek
yang duduk disekeliling saya bilang..
"enak susunya.. pengen
lagi"
"enak yooo"
Luluh sudah hati ini rasanya dengar
mereka bilang begitu.. hal sesimple ini sudah bisa bikin mereka senang. Snack
ala kadarnya juga sudah bisa bikin meraka senang. Harus gimana lagi saya,
kadang semua sudah ada dirumah masih ga mau bersyukur.. pingin susu? bisa
langsung beli. Pingin snack? bisa langsung beli. Tapi kadang masih aja ada yang
ga mau ini lah.. ga mau itu lah.. malu rasanya.
Dan Alhamdulillah.. saat itu juga
saya sadar, jadi orang baik itu ternyata mudah. Sangat mudah malah.
Tidak perlu ada spesifikasi dan
kriteria yang harus dipenuhi.
Apapun yang bisa kita lakukan untuk
orang lain dan orang lain itu menjadi senang, kita sudah jadi orang baik untuk
mereka.
Apapun yang bisa kita bantu untuk
orang lain dan orang lain itu merasa lebih ringan bebannya, kita sudah jadi
orang baik untuk mereka.
Bersyukur, nikmati apa yang sudah
diberi.
Dan berikan serta bagikan apa yang
sudah disyukuri.

Komentar
Posting Komentar